Sumenep | Demarkasi.co – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus bertransformasi menuju sistem kesehatan yang kuat, tangguh dan terintegrasi.
Salah satu yang dilakukan rumah sakit pelat merah milik pemerintah kabupaten Sumenep ini adalah integrasi data rekam medis pasien di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) ke dalam satu platform Indonesia Health Services (IHS) yang diberi nama SATUSEHAT yang secara resmi di luncurkan oleh Menteri Kesehatan.
Rumah sakit yang dipimpin oleh dr. Erliyati, M. Kes ini terus berbenah untuk transformasi digital dalam pelayanan kesehatan. Upaya ini bagian wujud nyata seiring dengan munculnya era e-rekam medik nasional yang diimplementasikan melalui platform Satu Sehat untuk digitalisasi.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mengatakan, transformasi itu bertujuan untuk mempermudah pasien dalam mengakses pelayanan kesehatan yang terintegrasi.
“Satu Sehat merupakan sebuah platform penghubung sistem yang mengintegrasikan data kesehatan individu antar fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) melalui rekam medis elektronik (RME). Hal ini bertujuan untuk mendukung interoperabilitas data kesehatan melalui standardisasi dan digitalisasi,” kata Direktur Utama RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M. Kes pada media ini. Senin (5/5/2025).
Dijelaskan dr. Erliyati bahwa platform Satu Sehat merupakan bagian dari upaya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mengintegrasikan data rekam medis pasien di berbagai fasyankes ke dalam satu platform yang dinamai Indonesia Health Services (IHS).
“Melalui sistem ini, rekam medis seluruh pasien terintegrasi dalam satu aplikasi, memudahkan pemeriksaan kesehatan di berbagai lokasi,” jelas Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
Melalui platform Satu Sehat jelas dr. Erliyati, data-data kesehatan sudah terekam. Jadi misalnya warga Sumenep mau periksa di Surabaya atau di Jakarta, di sana tinggal ngecek NIK pasien, riwayat penyakit akan terlihat.
Upaya yang dilakukan oleh rumah sakit pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Sumenep yang dipimpinnya kini, agar dapat memberikan pelayanan maksimal pada kebutuhan pasien untuk tidak bolak-balik periksa.
“Karena riwayat medis mereka akan tercatat secara otomatis di paltform Satu Sehat itu,” katanya.
Lebih lanjut Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menerangkan, platform Satu Sehat menjadi implementasi pilar keenam dari transformasi sistem kesehatan, yaitu transformasi teknologi kesehatan yang digagas oleh Kementerian Kesehatan RI.
“Dengan adopsi model infrastruktur Platform-as-a-service (PAAS), Kementerian Kesehatan berharap dapat menciptakan satu data kesehatan nasional yang dapat diandalkan,” sambungnya.
Menurutnya, melalui platform ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga berupaya mendukung implementasi lima pilar transformasi sistem kesehatan lainnya, seperti transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, dan transformasi SDM kesehatan.
“Sehingga semua fasyankes dan tenaga kesehatan diharapkan mengikuti standar yang telah ditetapkan untuk menciptakan sistem kesehatan yang terintegrasi dan efisien,” pungkasnya.












