Progres Cakupan ORI MR di Hari ke-10 Kabupaten Sumenep Capai 60,8 Persen

Progres Cakupan ORI MR di Hari ke-10 Kabupaten Sumenep Capai 60,8 Persen
Progres Cakupan ORI MR di Kabupaten Sumenep

Sumenep | Demarkasi.co – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep melalui 26 Puskesmas terus melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela (MR) di hari ke-10.

Kepala DKP2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, mengungkapkan, progres cakupan ORI MR yang dilakukan di sejumlah Puskesmas di hari ke-10 dari total sasaran 73.969, tertanggal 04 September 2025, pukul 16.00 WIB kemarin, yang diimunisasi sudah 44.944 cakupan 60,8 persen.

“Untuk sasaran usia 9 sampai 12 bulan 3.404, diimunisasi 1.638 cakupan 48,1 persen, untuk sasaran usia 12 sampai 47 bulan, sasaran 31.237, diimunisasi 14.578 dengan cakupan 46,5 persen, untuk sasaran usia 4-6 tahun sasaran 26.308, diimunisasi 19.019 cakupan 72,3 persen dan sasaran 7 tahun, untuk sasaran 13.020, diimunisasi 9.769 cakupan 75,0 persen,” jelas Ellya, Jumat (05/09/2025).

Untuk saat ini capaian tertinggi di Puskesmas Giligenting dari sasaran 1.565, jumlah anak diimunisasi 1.371 cakupan 87,6 persen. Sedangkan capaian terendah di Puskesmas Dungkek dari sasaran 2.362, diimunisasi 576 cakupan 24,4 persen.

Fardasah, mengapresiasi Puskesmas Giligenting dengan cakupan mencapai 87,6 persen. Sehingga diharapkan ORI Campak Rubela kepada sasaran terus diintensifkan dengan koordinasi lintas sektor terkait, khususnya yang ada di kecamatan dan desa untuk melakukan sosialisasi pentingnya imunisasi campak.

Bahkan, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep telah melakukan berbagai langkah, termasuk, penyediaan vaksin dan logistik kesehatan yang memadai. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan sektor terkait dalam pelaksanaan program imunisasi.Beli vitamin dan suplemen.

“Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi untuk mencegah penularan campak. Penataan fasilitas kesehatan untuk menjamin adanya ruang isolasi bagi pasien campak,” tambahnya.

Rencana Tindak Lanjut, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep berkomitmen untuk terus memantau situasi ini dan memperkuat upaya pencegahan melalui survei epidemiologi berkelanjutan dan analisis data kasus.

Penyuluhan kesehatan yang melibatkan masyarakat dan tokoh lokal untuk meningkatkan kesadaran akan imunisasi. Serta tindakan preventif di wilayah berisiko tinggi dan penanganan intensif bagi kasus yang teridentifikasi.Beli vitamin dan suplemen.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik, tetap waspada terhadap gejala campak, dan segera berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala. Kesadaran dan kepatuhan terhadap program imunisasi merupakan langkah penting dalam menanggulangi wabah ini,” paparnya.