Sumenep, Demarkasi.co – Forum Silaturahmi Kraton Nusantara (FSKN) Kasultanan Sumenep menerima kunjungan tim pengumpul data dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur, Selasa (12/05/2026). Kunjungan tersebut dalam rangka informasi terkait sejarah perjalanan Keraton Sumenep beserta kondisi warisannya dari masa ke masa.
Tim diterima langsung oleh Ketua FSKN Kasultanan Sumenep, RBM Chairil Anwar Gondodiwiryo di salah satu area kawasan Keraton Sumenep.
Dalam pertemuan itu, tim dari BPK melakukan wawancara mendalam mengenai sejarah Keraton Sumenep, perkembangan budaya dan pemerintahan pada masa kerajaan, hingga kondisi berbagai peninggalan keraton saat ini.
Chairil Anwar Gondodiwiryo menyampaikan bahwa Keraton Sumenep merupakan salah satu warisan sejarah penting di Madura yang memiliki nilai budaya, arsitektur, serta perjalanan panjang dalam perkembangan peradaban di Kabupaten Sumenep.
“Keraton Sumenep bukan hanya sekedar simbol pemerintahan masa lalu, tapi juga pusat kebudayaan dan jejak sejarah yang harus dijaga bersama,” ujarnya, Selasa (12/5).
Ia juga menjelaskan berbagai kondisi peninggalan keraton, mulai dari bangunan bersejarah, benda pusaka, hingga dinamika pelestarian yang terus dilakukan agar tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Sementara itu, tim pengumpul data dari BPK Jatim menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya dokumentasi dan penguatan data kebudayaan, khususnya terkait sejarah keraton dan pelestarian cagar budaya di Jawa Timur.
“Penggalian informasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi Keraton Sumenep dari masa ke masa, termasuk warisan pelestarian warisan budaya di tengah perkembangan zaman,” menurut salah satu perwakilan tIm BPK kepada Media.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum memperkuat perhatian terhadap pentingnya menjaga warisan sejarah dan budaya Keraton Sumenep sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.












