Sumenep, Demarkasi.co – Sumenep Bersholawat kembali digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep di tahun 1447 H/2026 M sebagai agenda religius yang dikombinasikan sebagai wujud syukur, refleksi perjalanan setahun pemerintahan Achmad Fauzi Wongsojudo bersama KH. Imam Hasyim (FAHAM) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, acara Akbar ini sekaligus menjadi media penguatan nilai-nilai keagamaan, diselenggarakan di sebelah timur Taman Adipura pada Sabtu (28/2/2026) malam.
Kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama Wakil Bupati Imam Hasyim (FAHAM). Selain itu, acara tersebut juga dimaknai sebagai ruang mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menuturkan bahwa Sumenep Bersholawat bukan hanya seremoni keagamaan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas berbagai program yang telah dijalankan sekaligus sarana untuk melakukan introspeksi terhadap kebijakan yang telah ditempuh selama setahun terakhir.

Pihaknya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mensyukuri capaian pembangunan yang diraih. Bupati Sumenep menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan, partisipasi, dan kolaborasi semua elemen masyarakat di Kabupaten Sumenep.
Acara yang digelar bersama Majelis At-Taufiq tersebut dihadiri ribuan jamaah. Lantunan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW menggema dengan penuh kekhusyukan, diiringi doa agar Sumenep senantiasa mendapat keberkahan, kedamaian, serta kemajuan di berbagai bidang.
Bupati menjelaskan, ada banyak pembangunan yang mulai bergerak termasuk pembangunan infrastruktur yang turut menjadi fokus Pemkab misalnya pembangunan jalan dan jembatan sebagai jalur strategis penunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Pihaknya juga memperluas akses pendidikan tinggi melalui beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu serta merehabilitasi 45 sekolah di wilayah daratan dan kepulauan.
Kepemimpinan FAHAM, layanan berobat gratis dari Puskesmas hingga RSUD cukup dengan KTP yakni melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang terus diperkuat. RSUD dr. H. Moh. Anwar yang merupakan satu-satunya rumah sakit pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Sumenep juga berhasil meningkat statusnya menjadi tipe B.
“Pembangunan tidak semata-mata berfokus pada infrastruktur dan pelayanan publik. Kemajuan daerah juga harus dibarengi dengan penguatan moral dan spiritual masyarakat agar tercipta keseimbangan antara pembangunan fisik dan nilai religius,” tegas Achmad Fauzi Wongsojudo Bupati Sumenep.
Pihaknya berkomitmen menghadirkan program-program yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut meliputi peningkatan mutu pendidikan, penguatan ekonomi lokal, hingga pemberdayaan sumber daya manusia agar masyarakat dapat merasakan langsung dampak pembangunan.

Hadirnya kegiatan ini sekaligus menjadi simbol eratnya kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat. Sebab, akan terjalin komunikasi yang lebih hangat dan harmonis sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan dan bernilai ibadah.
“Dengan semangat sholawat dan refleksi kepemimpinan, pemerintah dan masyarakat Sumenep optimis bahwa kebersamaan yang terbangun akan menjadi energi positif dalam mewujudkan pembangunan yang adil, berkualitas, dan bermartabat.” Pungkasnya.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Harapan pun dipanjatkan agar Kabupaten Sumenep terus tumbuh sebagai daerah yang religius, sejahtera, dan damai.












