Sumenep, Demarkasi.co – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai pilar ekonomi kerakyatan, khususnya komoditas tembakau yang selama ini menjadi penopang utama kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., dengan melakukan peninjauan langsung kualitas tembakau di Kecamatan Guluk-Guluk, Selasa (28/07/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid, SE., M.Si., Camat Guluk-Guluk Mohammad Halil Rosihan, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdakab Sumenep Helmi.
Kehadiran langsung jajaran pimpinan daerah di tengah hamparan tembakau petani tersebut menjadi bukti keseriusan Pemkab Sumenep dalam memastikan mutu tembakau daerah tetap terjaga di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Di lokasi, Bupati Fauzi berdialog langsung dengan para petani, melihat secara dekat proses pasca panen, serta memeriksa kualitas rajangan tembakau Guluk-Guluk yang selama ini dikenal memiliki cita rasa dan mutu yang khas.
Bupati mengatakan, kualitas adalah kunci utama yang menentukan harga jual dan menjaga kepercayaan pasar terhadap tembakau asal Sumenep.
“Tembakau Guluk-Guluk ini kualitasnya sudah dikenal baik secara luas. Karena itu saya mengajak seluruh petani untuk terus menjaga, bahkan meningkatkan mutunya. Semakin baik kualitasnya, maka semakin tinggi pula harga jual yang akan diterima oleh petani,” ujar Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
Menurutnya, peningkatan mutu tembakau tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan petani secara langsung, tetapi juga akan memperkuat daya saing dan branding tembakau Sumenep di tingkat regional hingga nasional.
Lebih lanjut, Bupati Fauzi menekankan bahwa kemajuan sektor pertembakauan tidak dapat dibangun oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dan sinergi yang kuat antara tiga pilar utama, yakni petani, pelaku usaha, dan pemerintah.
Sinergi tersebut, kata dia, menjadi fondasi penting untuk menciptakan ekosistem tata niaga pertembakauan yang sehat, adil, dan berkelanjutan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara petani, pengusaha, dan pemerintah. Jika ini terbangun dengan baik, maka tembakau Sumenep akan semakin berdaya saing dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang jauh lebih besar bagi masyarakat, khususnya bagi petani di Kecamatan Guluk-Guluk,” tegasnya.
Melalui kegiatan peninjauan lapangan ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap tembakau Guluk-Guluk dapat terus terjaga sebagai komoditas unggulan daerah yang berdaya saing tinggi.
Dengan kualitas yang semakin baik dan tata niaga yang sehat, tembakau diharapkan mampu memberikan nilai tambah, meningkatkan pendapatan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sumenep secara berkelanjutan.












