Sumenep, Demarkasi.co – Langkah besar menuju panggung internasional berhasil ditorehkan Naqi’ah, santri asal Desa Candi, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Mahasiswi semester akhir Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Madura itu resmi menjadi delegasi International Conference Santri Mendunia Batch 6, yang akan digelar di Malaysia, Singapura, dan Thailand pada 6-11 Agustus 2026.
Prestasi tersebut tak hanya mengharumkan nama pribadi Naqi’ah, tetapi juga membawa nama Kabupaten Sumenep ke forum internasional. Sebagai bentuk dukungan, Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep menyerahkan bantuan operasional untuk mendukung keberangkatannya.
Naqi’ah tercatat sebagai satu-satunya delegasi dari Kabupaten Sumenep dan masuk dalam lima wakil Jawa Timur yang lolos seleksi ketat konferensi tersebut.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, pemerintah daerah akan selalu hadir memberikan ruang bagi generasi muda yang mampu menunjukkan prestasi hingga tingkat dunia.
“Kami ingin anak-anak muda Sumenep memiliki keberanian bermimpi besar. Ketika ada kesempatan tampil di tingkat internasional, pemerintah harus hadir memberikan dukungan nyata,” kata Bupati. Rabu (29/07/2026)
Menurutnya, keberhasilan Naqi’ah menjadi bukti bahwa kualitas santri Sumenep mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah bahkan dunia.
“Naqi’ah bukan hanya membawa nama dirinya, tetapi juga membawa nama Kabupaten Sumenep, budaya, pendidikan, dan nilai-nilai kesantrian yang menjadi kebanggaan daerah kita,” ujarnya.
Bupati menegaskan, komitmen Pemkab Sumenep memperluas akses pendidikan akan terus diperkuat melalui kolaborasi bersama Baznas, termasuk Program Satu Keluarga Satu Sarjana dan Beasiswa Cendekia Baznas.
“Kami ingin semakin banyak putra-putri Sumenep yang lahir sebagai generasi unggul, berpendidikan, dan mampu menjadi duta daerah di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Ketua Baznas Kabupaten Sumenep Ahmad Rahman, S.Pd.I., menyebut bantuan yang diberikan merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam mendukung santri, pelajar, dan mahasiswa berprestasi.
“Baznas tidak hanya hadir melalui program beasiswa, tetapi juga memberikan dukungan kepada generasi muda yang membawa nama baik Sumenep. Prestasi seperti ini layak mendapat apresiasi,” ujar Ahmad Rahman.
Ia memastikan Baznas akan terus memperluas program pendidikan agar semakin banyak masyarakat kurang mampu memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Kami berharap keberhasilan Naqi’ah menjadi inspirasi bagi santri dan mahasiswa lainnya untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas diri, serta berani bersaing di tingkat internasional,” imbuhnya.
Sementara itu, Naqi’ah mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Baznas. Dukungan tersebut menjadi penyemangat baginya untuk membawa nama baik Kabupaten Sumenep selama mengikuti rangkaian International Conference Santri Mendunia.
Keberangkatan Naqi’ah menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah daerah dan Baznas mampu melahirkan generasi muda berprestasi yang siap menjadi wajah Sumenep di panggung dunia. Langkah ini sekaligus diharapkan memotivasi lebih banyak santri dan mahasiswa agar terus mengembangkan kemampuan serta percaya diri menembus kompetisi internasional.












