SUMENEP, Demarkasi.co – Tembakau varietas lokal kebanggaan Sumenep, Prancak 95, resmi menembus pasar industri rokok nasional. Sebanyak 3,5 ton tembakau Prancak 95 diberangkatkan dalam pengiriman perdana menuju gudang mitra PT Djarum di Kabupaten Pamekasan, Madura.
Pengiriman perdana ini menjadi sinyal positif di tengah musim panen tembakau 2026, sekaligus menjadi bukti bahwa varietas lokal Sumenep masih memiliki daya saing tinggi di mata pabrikan besar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, yang melepas langsung pemberangkatan tersebut mewakili Bupati Sumenep, menyebut langkah ini sebagai momentum kebangkitan petani tembakau.
“Alhamdulillah, pada siang hari ini kami dari DKPP Kabupaten Sumenep mewakili Bapak Bupati telah memberangkatkan penjualan perdana hasil panen tembakau varietas lokal yang sudah dikenal dan menjadi kebanggaan Sumenep, yaitu Prancak 95,” kata Chainur Rasyid.
Pengiriman perdana ini dilakukan oleh petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Sumenep. Total ada tiga unit mobil pikap yang mengangkut sekitar 3,5 ton tembakau rajangan kering siap jual.
Menurut Chainur, jumlah tersebut belum termasuk hasil panen petani dari wilayah Guluk-Guluk yang juga telah menyiapkan dua pikap tambahan untuk segera dikirim menyusul.
Yang menarik, pengiriman ini tidak berhenti pada kloter pertama. Berdasarkan koordinasi dengan APTI, pengiriman tahap kedua dengan kuantitas yang jauh lebih besar sudah dijadwalkan akan kembali diberangkatkan pada hari Minggu mendatang.
“Insyaallah hari Minggu akan diberangkatkan lagi dengan jumlah kuantitas yang lebih besar,” ungkap Chainur.
Chainur menjelaskan, Prancak 95 selama ini dikenal memiliki karakter aroma dan kekuatan yang khas, sehingga selalu diterima dengan baik oleh mitra-mitra pabrikan. Keberlanjutan pengiriman ini menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pasar dan memberikan kepastian harga bagi petani.
“Kita akan terus mengirimkan ke mitra-mitra yang selama ini sudah selalu menerima varietas Prancak 95 dengan baik,” katanya.
Ia menegaskan, Pemkab Sumenep melalui DKPP akan terus mendorong hilirisasi dan penguatan kemitraan antara petani, APTI, dan perusahaan rokok agar harga di tingkat petani tetap stabil dan menguntungkan.
Pihaknya juga berharap dengan masuknya Prancak 95 ke jaringan PT Djarum, kesejahteraan petani tembakau Sumenep dapat meningkat signifikan.
“Semoga yang diinisiasi oleh APTI, khususnya petani tembakau Kabupaten Sumenep, bisa semakin maju dan semakin sejahtera dengan harga yang meningkat dan kualitas yang sesuai dengan harapan pasar,” ujarnya.
DKPP juga memberikan apresiasi kepada para inisiator di lapangan yang telah bekerja keras mendorong pemasaran tembakau lokal.
“Terima kasih kepada Mas Yakin yang telah berinisiatif. Semoga ke depan para petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia semakin maju dan sejahtera,” pungkas Chainur Rasyid.
Pengiriman perdana Prancak 95 ini diharapkan menjadi pemicu bagi gudang-gudang lain, baik lokal maupun pabrikan besar, untuk segera membuka pembelian tembakau pada puncak musim panen tahun ini.












