Sumenep, Demarkasi.co – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, menjadi panggung pembuktian bagi SDN Mantajun I. Sekolah dasar tersebut tampil gemilang dan memborong piala dalam ajang Lomba Gobak Sodor Antar SD/MI Se-Kecamatan Dasuk Tahun 2026.
Dalam turnamen yang digelar selama tiga hari di Lapangan Armada Jelbudan, 19-21 Agustus 2026 itu, SDN Mantajun I sukses menyapu bersih prestasi dengan meraih Juara 1 Kategori Putra, Juara 2 Kategori Putri, sekaligus dinobatkan sebagai Juara Umum.
Ajang ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Dasuk bekerja sama dengan Forum Kelompok Guru (FKG) PJOK Kecamatan Dasuk sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyemarakkan HUT ke-81 RI dengan mengangkat kembali permainan tradisional.
Kompetisi ini diikuti oleh 38 tim dari SD/MI se-Kecamatan Dasuk, yang terdiri dari 21 tim putra dan 17 tim putri. Antusiasme peserta sangat tinggi. Turnamen berlangsung sengit sejak babak penyisihan pada Rabu (19/8), berlanjut ke semifinal pada Kamis (20/8), hingga puncaknya grand final pada Jumat (21/8).
Prestasi gemilang SDN Mantajun I ini bukanlah kebetulan. Di balik kemenangan tersebut, ada proses latihan yang disiplin, strategi yang matang, dan kekompakan tim yang solid.
Guru PJOK SDN Mantajun I, Yusa Fajar, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas perjuangan anak didiknya yang tampil dengan semangat juang tinggi dari awal hingga akhir pertandingan.
“Alhamdulillah, anak-anak bermain dengan semangat luar biasa dari awal sampai akhir. Bisa meraih Juara 1 Putra dan Juara 2 Putri sekaligus adalah kebanggaan besar bagi kami dan seluruh warga sekolah,” ujar Yusa Fajar.
Senada dengan itu, Plt. Kepala Sekolah SDN Mantajun I, Ibu Yuliana, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan karakter melalui olahraga tradisional mampu mengharumkan nama sekolah sekaligus desa.
“Kami sangat bangga. Prestasi ini bukti bahwa dengan semangat dan pembinaan yang baik, anak-anak Mantajun mampu mengharumkan nama sekolah dan desa,” katanya.
Sementara itu, Ketua FKG PJOK Kecamatan Dasuk, Taufik Hidayat, S.Pd., menegaskan bahwa lomba Gobak Sodor ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar mencari juara, terutama di momentum HUT ke-81 RI.
Menurutnya, Gobak Sodor adalah warisan budaya bangsa yang mengajarkan nilai-nilai luhur kemerdekaan: kebersamaan, strategi, kecepatan, sportivitas, dan pantang menyerah.
“Lomba ini tidak hanya mencari juara, tapi juga menanamkan nilai kebersamaan, strategi, dan sportivitas melalui permainan tradisional. Ini cara kami memaknai kemerdekaan ke-81 dengan melestarikan budaya sendiri,” tegas Taufik.
Dengan keberhasilan ini, SDN Mantajun I tidak hanya membawa pulang piala, tetapi juga menjadi contoh nyata bahwa di tengah gempuran game modern, permainan tradisional masih relevan dan mampu melahirkan generasi yang sehat, kompak, dan berkarakter – sejalan dengan semangat Indonesia Merdeka ke-81 tahun.












