Sumenep, Demarkasi.co – Menjelang Ramadan 1447 Hijriyah, bulan penuh keberkahan, kabar menggembirakan datang untuk masyarakat kepulauan. Sebab, Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali mengoperasikan kepal penyeberangan KMP Dharma Bahari Sumekar (DBS) III, hal ini wujud Bismillah Melayani yang digagas Achmad Fauzi Wongsojudo Bupati Sumenep beserta Wakilnya.
Layanan transportasi laut tersebut dijadwalkan melayani rute Kalianget–Kangean dan sebaliknya sejak Februari 2026 untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik menjelang Ramadan.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, keberadaan KMP Dharma Bahari Sumekar III menjadi salah satu tulang punggung penghubung antara daratan dan kepulauan di Kabupaten Sumenep. Menurutnya, layanan transportasi laut yang terjadwal sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan kesehatan masyarakat kepulauan.
“Pemerintah daerah terus berupaya memastikan akses transportasi laut berjalan optimal. Kapal ini diharapkan memberi kemudahan bagi masyarakat dalam bepergian sekaligus memperkuat distribusi kebutuhan pokok menjelang Ramadan 2026,” terang Bupati Sumenep Cak Fauzi. Jumat (13/2/2025).
Berdasarkan jadwal yang dirilis, rute Kalianget–Kangean telah diberangkatkan Kamis, 12 Februari 2026. Sementara rute sebaliknya, Kangean–Kalianget dijadwalkan Jumat, 13 Februari 2026 pukul 13.00 WIB dan tiba pukul 21.00 WIB.

Bupati Sumenep berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini secara optimal serta tetap memperhatikan ketentuan keselamatan selama perjalanan.
“Pemerintah daerah akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi dengan operator guna memastikan transportasi laut berjalan lancar dan berkelanjutan,” jelas Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Bagi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, transportasi laut merupakan layanan dasar yang tidak boleh terganggu, terlebih pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Ramadan dan Lebaran.
“Menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran, pemerintah daerah memastikan layanan transportasi laut berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku. Kepastian layanan ini penting agar aktivitas masyarakat kepulauan dapat berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Bupati Sumenep menegaskan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pihak operator penyeberangan untuk memastikan pelayanan berjalan tertib dan aman, seiring meningkatnya jumlah penumpang dan muatan barang.
“Koordinasi terus dilakukan agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai aturan dan mengutamakan keselamatan. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan dapat berlangsung lancar,” tegasnya.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo lebih lanjut mengatakan, keteraturan pelayaran memiliki dampak langsung terhadap stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah kepulauan. Ketika jadwal jelas dan layanan berjalan konsisten, masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan mempersiapkan mudik Lebaran tanpa ketidakpastian.
“Kepastian transportasi laut menjadi penyangga ketenangan masyarakat kepulauan. Di tengah tantangan geografis dan dinamika cuaca, pelayaran yang tertata menjadi kunci agar kehidupan tetap bergerak seimbang, kebutuhan terpenuhi, dan momentum keagamaan dapat dijalani dengan rasa aman,” pungkas Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.












