Sumenep, Demarkasi.co – Pemerintah Kabupaten Sumenep melaksanakan puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 di lantai II kantor Bupati Sumenep. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan perwakilan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) se-kabupaten Sumenep.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, memimpin acara dan mengundang Badrul, Penyuluh Antikorupsi tersertifikasi KPK RI, sebagai narasumber. Badrul menyampaikan refleksi HAKORDIA 2025 dan menekankan pentingnya integritas dan anti-korupsi di Kabupaten Sumenep.
Dalam kesempatan tersebut, Badrul berpesan agar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah kabupaten Sumenep terus Istiqamah menjalankan integritas dan tidak mau berkompromi dalam jual beli jabatan apapun.
Badrul menyampaikan Trisula Pemberantasan Korupsi yang telah dijalankan di Kabupaten Sumenep. Salah satu bukti dengan melihat hasil nilai Area Intervensi yang menjadi Indikator Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP).
Sistem ini kata mantan aktivis PMII Kota Gerbang Salam Pamekasan dikembangkan KPK untuk memantau, mengendalikan, dan mengawasi upaya pencegahan korupsi di pemerintah daerah dengan fokus pada 8 area intervensi.
Dikalimatkan Badrul, 8 area MCSP tersebut adalah Perencanaan, Penganggaran, Pengadaan Barang dan Jasa, Pelayanan Publik, Manajemen ASN (Aparatur Sipil Negara), Penguatan API (Aparat Pengawas Intern Pemerintah), Pengelolaan PMD (Penyalahgunaan Wewenang dan Dana)dan Optimalisasi Penerimaan Daerah.
Hal ini untuk mendorong tata kelola yang bersih dan transparan, menggantikan versi sebelumnya, MCP (Monitoring Center for Prevention), dengan cakupan lebih komprehensif.
Di hadapan Bupati Sumenep Badrul secara tegas juga menyampaikan, untuk terus berhati-hati dalam pengisian posisi kosong, mulai dari Sekretaris Daerah, Kepala OPD, dan pengisian jabatan eselon III dan IV di lingkungan pemerintah kabupaten Sumenep.
“Satukan aksi basmi korupsi, bukan hanya sekedar jargon, Kejadian OTT beberapa Kepala Daerah di Tahun 2025 salahsatu penyebab nya adalah masih ada jual beli jabatan.” Tegas Badrul, Jumat (26/12/2025).
Senada juga disampaikan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo turut menekankan bahwa integritas dan anti-korupsi harus menjadi komitmen bersama.
“Ayo bersama-sama satukan hati, satukan aksi, jaga Sumenep tidak ada korupsi,” ajak Bupati Sumenep.
Menurutnya, Pemkab Sumenep terus berupaya meningkatkan kesadaran dan komitmen anti-korupsi di kalangan masyarakat. Dengan adanya HAKORDIA 2025, diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Kabupaten Sumenep.
Pemkab Sumenep juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas dan anti-korupsi. Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, diharapkan Kabupaten Sumenep dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.
“Pemkab Sumenep telah menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. Dengan adanya HAKORDIA 2025, diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.












