Sumenep, Demarkasi.co – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep mulai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan.
Tim kesehatan DKPP Kabupaten Sumenep berhasil menemukan tiga ekor kambing yang terindikasi terserang penyakit orf saat melakukan inspeksi dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan yang berada di lingkungan kota Sumenep pada Selasa (19/5/2026).
Inspeksi lapangan dilakukan DKPP Kabupaten Sumenep agar dapat memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak dikurbankan.
Kepala Bidang Pengawasan Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Sumenep, Sulfa mengatakan, tiga kambing tersebut menunjukkan gejala penyakit orf yang menyerang area bibir dan mulut hewan.
“Dari hasil pemeriksaan di beberapa lapak, kami menemukan tiga kambing yang terindikasi terkena penyakit orf,” ujar Sulfa di lokasi inspeksi.
Sebagai langkah antisipasi penyebaran, pihak DKPP Kabupaten Sumenep langsung meminta pedagang memisahkan kambing yang terindikasi sakit dari hewan lainnya.
“Sudah kami minta untuk dilokalisir atau dipisahkan dari kambing lain,” katanya.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sapi dan kambing yang dijual kepada masyarakat memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan hewan kurban.
Menurutnya, pemeriksaan melibatkan tenaga medis dan paramedis veteriner dengan menyasar lapak-lapak penjualan ternak yang mulai bermunculan di wilayah Kabupaten Sumenep.
“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan hewan ternak yang dijual dalam kondisi sehat, cukup umur dan tidak cacat,” ujarnya.
Saat ini terdapat delapan lapak penjualan hewan kurban yang telah dilakukan pemeriksaan oleh petugas. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah mendekati Hari Raya Iduladha.
DKPP memastikan setiap hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan rekomendasi atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai jaminan kelayakan ternak untuk dijual.
Chainur menambahkan, pengawasan akan terus diperketat menjelang pelaksanaan kurban guna memastikan seluruh hewan yang beredar aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
“Kami akan terus mengintensifkan monitoring sampai mendekati hari raya,” katanya.












