Penyuluh Antikorupsi KPK RI: Sekda Terpilih Bukanlah Sosok yang akan Pusing Menambal Duka dan Fakta Masalalu

Penyuluh Antikorupsi KPK RI: Sekda Terpilih Bukanlah Sosok yang akan Pusing Menambal Duka dan Fakta Masalalu
Penyuluh Antikorupsi KPK RI Jawa Timur, Badrul Arrozy.

Sumenep, Demarkasi.co – Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep hampir klimaks, calon Sekda baru mananti dan kini saatnya untuk fokus pada tugas yang lebih besar.

Badrul Arrozy, Penyuluh Antikorupsi KPK RI Jawa Timur dalam pandangannya menyebutkan, siapapun yang terpilih, agar dapat langsung bekerja dengan fokus untuk menyelaraskan Visi dan Misi Bupati.

Jangan biarkan masa lalu menjadi beban yang menghambat kemajuan,” kata Badrul pada media ini, Minggu (15/2/2026).

Menurutnya, Sekda bukanlah sosok yang harus pusing menambal duka dan fakta masa lalu. Tapi, Sekda adalah sosok yang harus memimpin dengan visi, misi, dan strategi yang jelas untuk mewujudkan Sumenep yang lebih baik.

Masa depan Sumenep tidak bisa ditunda lagi. Saatnya untuk bergerak maju, meninggalkan masa lalu, dan fokus pada apa yang bisa dilakukan hari ini. Sekda terpilih, harus menunjukkan kemampuan dalam merumuskan kebijakan pemerintah daerah.

Siapapun Sekda yang akan terpilih, semoga langsung bisa bekerja fokus untuk menyelaraskan Visi dan Misi Bupati. Bukanlah sosok (sekda terpilih) yang akan pusing menambal duka dan fakta masalalu,” tegas Badrul.

Kedudukan sekda harus menjadi ujung tombak koordinasi terhadap perangkat daerah, seperti dinas, badan, staf ahli, dan sekretariat agar semua perangkat tersebut mampu menerjemahkan visi dan misi bupati, serta berjalan selaras satu sama lainnya.

Sekda juga kudu sigap menyediakan pelayanan administratif, sarana prasarana sampai soal keuangan. Selain itu, memberikan pembinaan terhadap seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kabupaten Sumenep.

Penyuluh KPK RI ini kembali menegaskan, bahwa eksistensi Sekda memiliki posisi yang cukup krusial, sebab jabatan ini sebagai jembatan antara kebijakan politik seorang kepala daerah dan teknis birokrasi yang berkaitan dengan ASN.

Badrul berharap, siapapun Sekda yang terpilih agar senantiasa terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan menjauhi persoalan-persoalan kompleks seperti perilaku koruptif dan konflik hubungan kerja.

Saya berharap siapapun jadi sekda jangan lupa koordinasi, jaga sikap dan jauhi perilaku koruptif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan