Muiz Ali Wafa Salah Satu Figur Potensial Mengisi Struktur Tanfidziyah PCNU Sumenep

Muiz Ali Wafa Salah Satu Figur Potensial Mengisi Struktur Tanfidziyah PCNU Sumenep
Muiz Ali Wafa Salah Satu Figur Potensial NU yang saat ini Menjadi Ketua PC Pagar Nusa Sumenep

Sumenep, Demarkasi.co – Menjelang Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) Sumenep, dinamika organisasi semakin menguat, termasuk hadirnya figur-figur potensial yang dinilai layak mengisi struktur Tanfidziyah PCNU Sumenep periode mendatang. Salah satu sosok yang banyak mendapat perhatian adalah Ketua PC Pagar Nusa Sumenep, KH Drs. Muiz Ali Wafa.

Dengan mengusung tagline Perubahan dan Kober, KH. Muiz dianggap mewakili semangat pembaruan sekaligus kedewasaan organisatoris. Rekam jejak panjang beliau dalam NU dan badan-badan otonomnya menjadi bukti nyata kapasitas kepemimpinan yang tidak hanya teruji, tetapi juga diterima lintas generasi.

Di kalangan muda dan aktivis pergerakan, sosok KH. Muiz menempati posisi tersendiri. Banyak yang baru mengetahui bahwa beliau merupakan salah satu pendiri PMII Sumenep serta penggagas awal berdirinya PMII di Kabupaten Sumenep. Pengabdian beliau di NU bahkan telah dimulai jauh sebelum memimpin Pagar Nusa: beliau pernah menjabat sebagai Sekretaris Ansor, yang semakin menguatkan kredibilitasnya sebagai kader tulen jam’iyyah.

Dalam memimpin Pagar Nusa, KH. Muiz dikenal berhasil membangun soliditas pendekar, mendorong prestasi atlet, dan memperluas syiar melalui program LKPA (Lembaga Ketabiban dan Pengobatan Alternatif). Karakter kepemimpinan yang visioner, kolaboratif, dan berkomitmen menjadikan beliau dinilai memiliki peluang kuat untuk masuk dalam struktur Tanfidziyah PCNU Sumenep.

Penegasan Panitia Konfercab: Mekanisme Baru Berdasarkan Verifikasi PBNU

Ketua Panitia Konfercab PCNU Sumenep Kiai A. Kurdi Khan menyampaikan bahwa pelaksanaan konferensi tahun ini mengikuti aturan baru hasil verifikasi PBNU. Ia menegaskan:

Penyesuaian aturan ini merupakan tindak lanjut dari hasil verifikasi PBNU, yang menetapkan PCNU Sumenep berada pada Grade B. Karena itu, mekanisme pemilihan pada Konfercab tahun ini mengalami penyesuaian sesuai regulasi terbaru,” ujarnya. Minggu (07/12/2025).

Berbeda dengan Konfercab 2020, pada aturan baru PBNU hak suara hanya dimiliki oleh perwakilan MWCNU, baik dalam pemilihan Rais Syuriah maupun Ketua Tanfidziyah.

Adapun perwakilan Ranting tetap hadir sebagai peninjau, sebagaimana kebijakan yang telah diterapkan dalam Konferwil NU Jawa Timur sebelumnya.” pungkasnya.

Penegasan ini memberikan kepastian bahwa proses pemilihan kepemimpinan NU di Sumenep akan berlangsung lebih terarah dan sesuai standardisasi nasional.

Komitmen Pagar Nusa dalam Mengawal Pelaksanaan Konferensi

Sebagai bagian integral dari struktur NU, Pagar Nusa Sumenep menegaskan kesiapan penuh untuk mendukung kelancaran Konfercab. Para pendekar diimbau menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif, sehingga proses musyawarah berjalan dengan khidmat dan bermartabat.

Pagar Nusa Sumenep juga menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih nanti merupakan hasil ikhtiar bersama demi kemaslahatan jam’iyyah dan kejayaan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sumenep,” Kata KH Muiz Ali Wafa.