Sumenep, Demarkasi.co – Sepanjang tahun 2025, pemerintah daerah di Indonesia dihadapkan pada dinamika tata kelola dan kapasitas fiskal yang semakin kompleks. Ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat masih menjadi tantangan utama di tengah tuntutan pembangunan dan pelayanan publik yang terus meningkat.
Data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjukkan, dari 548 daerah otonom di Indonesia, hanya 26 daerah yang memiliki kapasitas fiskal kuat, 27 daerah berada pada kategori sedang, sementara 493 daerah lainnya masih sangat bergantung pada dana transfer pusat. Kondisi ini menegaskan perlunya strategi baru agar daerah mampu bertumbuh secara berkelanjutan.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, dijadwalkan akan menyampaikan pandangannya dalam BeritaSatu Regional Forum 2025 yang akan berlangsung besok, Rabu (10/12/2025), di Ballroom 1 Hotel Mulia Senayan, Jakarta.
Menurut Achmad Fauzi, ketergantungan fiskal tidak boleh menjadi hambatan bagi daerah untuk berkembang.
“Ketergantungan fiskal harus dimaknai sebagai tantangan untuk melakukan perbaikan tata kelola. Pemerintah daerah perlu mendorong inovasi agar tidak terus bergantung pada transfer pusat,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam keterangan tertulis, Selasa (09/12/2025).
Sosok orang nomor wahid di kabupaten ujung timur pulau Madura itu menegaskan, penguatan kapasitas fiskal harus dimulai dari optimalisasi potensi lokal dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
“Daerah harus mampu menggali potensi ekonomi lokal secara maksimal, sekaligus memperkuat pelayanan publik. Inovasi kebijakan dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Achmad Fauzi menilai kolaborasi antardaerah dan lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjawab tantangan fiskal dan pembangunan.
“Forum ini menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan dan pengalaman. Kolaborasi antardaerah dan dengan sektor lain sangat dibutuhkan agar daerah mampu naik kelas dan berdaya saing,” pungkasnya.
BeritaSatu Regional Forum 2025 mengusung tema “Empowering Regions, From Local to Global”. Forum ini akan mempertemukan para pemimpin nasional, kepala daerah, serta pemangku kepentingan strategis untuk membahas arah kebijakan pembangunan daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Melalui forum tersebut, diharapkan lahir rumusan kebijakan dan praktik terbaik yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian fiskal dan akselerasi pembangunan berbasis potensi lokal.
Dalam kesempatan tersebut terundang langsung bapak Prasetyo Hadi, Tito Karnavian, Nusron Wahid, Enggartiasto Lukita, Dony Oskaria, Narendra Jatna, Pramono Anung, Andi Sudirman, Ahmad Luthfi, Rudy Mas’ud, Khofifah Indar Parawansa, Andra Soni, Ansar Ahmad, Dedi Mulyadi, Muhammad Farhan, Achmad Fauzi Wongsojudo, Endah Subekti Kuntariningsih, dan Agustina Wilujeng Pramestuti.
Kegiatan ini bakal digelar di Hotel Mulia Senayan Ballroom 1 pada Rabu, 10 Desember 2025 pukul 08.00 WIB.












