Sumenep Catat Sejarah Baru, 29 Rute Penerbangan Langsung Dibuka Mulai Oktober

Sumenep Catat Sejarah Baru, 29 Rute Penerbangan Langsung Dibuka Mulai Oktober
Bandar Udara Trunojoyo Sumenep

Sumenep, Demarkasi.co – Pemerintah Kabupaten Sumenep sebentar lagi akan mencatat sejarah baru dalam dunia transportasi udara. Mulai 10 Oktober 2025, maskapai Wings Air resmi membuka 29 rute penerbangan langsung dari Bandara Trunojoyo Sumenep, meliputi rute domestik hingga internasional.

Rute penerbangan baru ini menghubungkan Sumenep dengan sejumlah kota besar di Indonesia, antara lain Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Bali, Lombok, Makassar, hingga Balikpapan. Tak hanya itu, dua rute internasional juga dibuka, yakni ke Kuala Lumpur (Malaysia) dan Jeddah (Arab Saudi).

Kehadiran penerbangan ini menjadikan Sumenep sebagai salah satu titik strategis baru jaringan penerbangan nasional dan internasional, sehingga warga Madura tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Surabaya hanya untuk mengejar jadwal penerbangan.

Sumenep Catat Sejarah Baru, 29 Rute Penerbangan Langsung Dibuka Mulai Oktober
Rute Penerbangan Wings Air di Bandar Udara Trunojoyo Sumenep

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menilai pembukaan 29 rute ini akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. Konektivitas udara yang lebih cepat dan luas diyakini mampu menarik lebih banyak investor, pelaku usaha, serta wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sektor pariwisata Sumenep pun diprediksi ikut terdongkrak. Dengan akses transportasi yang lebih mudah, destinasi unggulan seperti Pantai Lombang, Gili Iyang, Gili Labak, Keraton Sumenep, hingga kawasan religi Asta Tinggi akan lebih ramai dikunjungi.

“Mobilitas warga akan semakin mudah, dan kami berharap inisiatif ini juga mampu mendorong pertumbuhan sektor ekonomi serta pariwisata di Madura, khususnya Sumenep,” ungkap Bupati Fauzi, Sabtu (27/9/2025).

Menurut Fauzi, penerbangan langsung dari Bandara Trunojoyo merupakan jawaban atas kebutuhan besar masyarakat Sumenep. Selama ini, banyak warga yang harus bepergian ke kota besar untuk bekerja, berdagang, atau bahkan menunaikan ibadah umrah.

“Ketika kami melihat kebutuhan masyarakat Sumenep sangat besar, baik untuk keperluan umroh ke Jeddah, perdagangan, maupun pekerjaan ke kota besar seperti Jakarta dan Balikpapan, kami tentu menyambut baik kehadiran penerbangan ini,” ujarnya.

Dengan beroperasinya 29 rute penerbangan baru, Sumenep resmi naik kelas. Bukan hanya sebagai daerah tujuan wisata, tetapi juga sebagai pintu gerbang baru transportasi udara di kawasan timur Jawa.

Penerbangan langsung ini diharapkan membawa Sumenep menuju daya saing regional sekaligus memperkuat peran Madura dalam jejaring transportasi dan ekonomi nasional.