Sumenep, Demarkasi.co – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep menyelenggarakan rapat Desk Pemenuhan Data Dukung Proyek Strategis Nasional (PSN) pada Kamis, 12 Maret 2026, bertempat di Ruang Rapat Potre Koneng Bappeda Kabupaten Sumenep.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah (PD) yang menjadi pengampu tema-tema Proyek Strategis Nasional. Rapat ini bertujuan untuk melakukan koordinasi sekaligus memastikan kelengkapan data dukung yang diperlukan dalam rangka sinkronisasi program pembangunan daerah dengan agenda prioritas nasional.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., dalam arahannya menyampaikan bahwa pemenuhan data dukung PSN merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah pusat.
“Oleh karena itu, setiap perangkat daerah diharapkan dapat menyiapkan data yang akurat, mutakhir, dan terukur sehingga dapat mendukung proses evaluasi serta pelaporan program strategis secara optimal,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Kamis.
Dalam kegiatan desk tersebut, masing-masing OPD menyampaikan data dukung sesuai dengan tema ProSN yang menjadi tanggung jawabnya. Beberapa tema yang dibahas antara lain Penanggulangan Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, Perluasan Akses Pendidikan, Kesehatan Untuk Semua, Serta Ketahanan Pangan, yang melibatkan berbagai perangkat daerah terkait.

Melalui forum desk ini diharapkan tercapai kesamaan pemahaman antar perangkat daerah mengenai indikator, target, serta kebutuhan data yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional di Kabupaten Sumenep. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan koordinasi lintas sektor guna memastikan program pembangunan daerah berjalan selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional.
“Dengan terselenggaranya rapat ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan yang berbasis data, terintegrasi, dan berorientasi pada pencapaian prioritas pembangunan nasional maupun daerah,” pungkasnya.












