Sumenep, Demarkasi.co – Di balik hijaunya perbukitan Dusun Montorna, Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep tersimpan cerita getir seorang nenek bernama Saniya (60) yang berjuang melawan penyakit yang dideritanya.
Nenek Saniya terpaksa ditandu dengan berjalan kaki perjalanan menuju Puskesmas sepanjang 1,5 km (Satu koma lima kilometer), pasalnya akses utama jalan di dusun tersebut lumpuh akibat tak tersentuh pembangunan.
Akses jalan yang seharusnya menjadi urat nadi yang menghubungkan antar dusun, kini kembali menjadi kolam lumpur, licin, dan lumpuh dari lalu lalang kendaraan bermotor.
“Itu orang sakit yang ditandu bukan ayam,” kata warga setempat yang tidak mau disebutkan identitasnya pada media ini. Sabtu (03/01/2026).
Kejadian memilukan ini terjadi pada hari Jumat, 02 Januari 2026. Nenek Saniya terpaksa ditandu dengan jarak tempuh 1,5 km ke jalan yang lumayan layak menuju Puskesmas untuk menjalani pengobatan.
Warga bergantian menandu nenek Saniya melewati jalan becek, berlumpur dan ekstrem, hal ini bukan karena tidak adanya kendaraan yang akan membawa nenek Saniya namun, akses jalan tidak dapat dilewati dan lumpuh.
“Terpaksa harus ditandu menggunakan ranjang bambu karena kondisinya lemah, orangnya diikat pakai tampar ke ranjang bambu dan digotong bergantian,” ungkapnya.
Sementara, kepala desa Montorna dihubungi media ini melalui nomor telepon belum merespon.












