Sumenep | Demarkasi.co – Dalam upaya mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, Koperasi Desa Merah Putih Guluk-Guluk menjalin kerja sama strategis dengan pengusaha kelor tertua di Madura. Langkah ini menjadi bagian dari program peningkatan ekonomi desa melalui pemanfaatan tanaman lokal yang bernilai tinggi.
Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung pada Rabu, 03 Juli 2025 di kantor pabrik kelor CV. Pusaka Madura Bluto kebupaten Sumenep, disaksikan langsung oleh tokoh masyarakat, petani dan pelaku UMKM setempat. Kolaborasi ini akan mencakup pelatihan budidaya kelor, pengolahan pasca panen, hingga pemasaran produk turunan berbasis kelor seperti teh kelor, kapsul herbal, dan bubuk kelor organik.
Ketua Koperasi Desa Merah Putih, Moh. Essi, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen koperasi untuk menggali dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.
“Kelor bukan hanya tanaman biasa, tapi aset desa. Kita ingin menjadikannya sebagai ikon Guluk-Guluk dan Madura secara umum,” ujarnya. Jumat (04/07/2025).
Sementara itu, pengusaha kelor senior yang telah merintis usaha sejak 2013 lalu, Basuki Rahmat, menyambut baik kemitraan ini dan menyatakan kesiapannya berbagi pengalaman.
“Kami ingin generasi muda desa bisa ikut bergerak di sektor ini. Kelor punya masa depan, bukan hanya untuk kesehatan, tapi juga sebagai komoditas ekspor,” jelasnya.
Selain pemberdayaan petani, kerja sama ini juga membuka peluang lapangan kerja baru dan meningkatkan keterampilan warga desa dalam kewirausahaan berbasis agroindustri. Ke depan, produk kelor dari Guluk-Guluk ditargetkan menembus pasar nasional hingga internasional melalui platform digital dan jaringan koperasi.
Essi akan terus berkomitmen untuk terus mengakses pasar yang lebih luas. Baik pasar lokal maupun pasar berskala nasional.
Koperasi Desa Merah Putih Guluk-Guluk berharap kolaborasi ini dapat menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain dalam mengelola potensi lokal secara mandiri dan inovatif.












