Nenek Sebatang Kara di Sumenep Tinggal di Gubuk Reyot Kondisinya Sungguh Memperihatinkan

Nenek Sebatang Kara di Sumenep Tinggal di Gubuk Reyot Kondisinya Sungguh Memperihatinkan
Kolase Foto Kondisi Tempat Tinggal Nenek Amina di Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep

Sumenep, Demarkasi.co – Sungguh Memperihatinkan, Seorang nenek bernama Amina (60) hidup sebatang kara di sebuah gubuk reyot beratapkan terpal, berdinding anyaman bambu tua yang sudah usang dan beralaskan tanah.

Di sebuah desa di kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur beliau bertahan hidup dengan mengumpulkan kayu bakar, meski kondisi kesehatan nyi Amina (Nenek Amina) sudah tidak baik-baik saja, langkah kaki yang mulai lunglai tak menyurutkan semangatnya. Hal ini beliau lakukan hanya untuk menyambung hidup.

Dari desa Aeng Panas, Mina alias Amina berjalan menuju pasar Brumbung untuk menjual kayu hasil ia kumpulkan, meski uang yang didapat tidak seberapa minimal baginya cukup untuk sekadar membeli makanan pengganjal perut.

Aeng Panas, Desa yang dianggap tempat tinggal nenek Mina tak mampu meringankan beban hidupnya yang sudah tak lagi muda, tak pernah ada bantuan sosial, bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa (DD) di desa setempat juga tak pernah ia terima. Namun, menurut penuturan salah satu keluarga Mina, tempat tinggal yang sudah usang ini pernah dibantu kusen pintu dan jendela serta beberapa material bangunan lainnya.

Entah tahun berapa bantuan itu datang, sebab kondisinya terkini nyaris tidak layak dihuni, “ini bantuan dulu kusen pintu dan jendela dan dinding separuh badan, tapi sudah parah pak, tapi kami tak tau dari mana bantuan itu” Kata pak Samik, kemenakan nenek Amina. Senin (12/01/2026).

Samik berharap kepada pemerintah dan seluruh pihak yang mampu secara ekonomi untuk turut membantu nenek Amina yang betul-betul membutuhkan uluran tangan.

Saya sudah tak mampu, saya berharap kepada pemerintah maupun pihak lain yang mempunyai rezeki agar membantu ibu atau nenek Amina,” pungkasnya.