Inflasi Sumenep November 2025 Terkendali di 3,26 Persen, Pemkab Fokus Jaga Stabilitas Harga

Inflasi Sumenep November 2025 Terkendali di 3,26 Persen, Pemkab Fokus Jaga Stabilitas Harga
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo

Sumenep, Demarkasi.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep merilis perkembangan inflasi terbaru periode November 2025. Dalam rilis resminya, BPS mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) mencapai 3,26 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,94.

Angka ini menandai tren inflasi tahunan yang masih berada dalam rentang terkendali dan mencerminkan stabilitas harga di wilayah Madura bagian timur tersebut.

Kenaikan inflasi tahunannya didorong oleh meningkatnya harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 18,17 persen.

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga turut menjadi kontributor signifikan dengan kenaikan sebesar 2,88 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH. menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus menjaga kestabilan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Alhamdulillah, secara umum inflasi Sumenep masih dalam kondisi terkendali. Namun kami memberi perhatian serius pada kelompok-kelompok yang mengalami lonjakan signifikan,” kata Bupati Fauzi dalam keterangan tertulis, Kamis (04/12/2025)

Meski tekanan inflasi tahunan naik, inflasi month-to-month (m-to-m) tercatat hanya 0,17 persen, sementara inflasi year-to-date (y-to-d) berada di angka 2,94 persen, menandakan situasi harga secara bulanan tetap stabil.

Orang nomor wahid di kabupaten Sumenep itu menegaskan bahwa Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menggerakkan sejumlah langkah strategis untuk meredam potensi lonjakan harga, mulai dari memastikan pasokan komoditas tetap tersedia hingga pemantauan distribusi barang pokok di pasar tradisional maupun modern.

Kami menggerakkan TPID untuk menjaga ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta menekan gejolak harga agar tidak memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Pemkab Sumenep juga mendorong penguatan produksi lokal untuk menjaga stabilitas harga dalam jangka panjang. Bupati Fauzi menekankan bahwa ketahanan pangan dan efisiensi logistik merupakan kunci mengendalikan inflasi daerah.

Kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar. Stabilitas ekonomi daerah menjadi prioritas kami,” pungkasnya.

Dengan berbagai langkah responsif tersebut, Pemkab Sumenep optimistis inflasi di wilayahnya dapat tetap terkendali hingga akhir tahun. Pemerintah daerah juga mengajak para pelaku usaha untuk berkolaborasi menjaga iklim ekonomi yang sehat dan kondusif.