Sumenep | Demarkasi.co – Forum Mahasiswa Kangayan (FORMAKA) secara resmi menyerahkan surat kepada DPRD Kabupaten Sumenep, khususnya Anggota DPRD Dapil VIII, untuk mengundang mereka hadir dalam kegiatan Pelantikan dan Focus Group Discussion (FGD) FORMAKA pada 11 Mei 2025.
Kegiatan ini mengangkat tema “Fasilitas Krisis, Rakyat Kepulauan Menangis: Pemerintah Kemana?” yang menyoroti berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat di wilayah Kangayan, seperti infrastruktur jalan yang rusak, minimnya layanan kesehatan, akses pendidikan yang terbatas, lesunya perekonomian, dan buruknya jaringan komunikasi.
Ketua Umum FORMAKA menyampaikan bahwa kehadiran wakil rakyat sangat diharapkan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat kepulauan dan mencari solusi bersama untuk mengatasi permasalahan yang ada.
Dengan tema tersebut, FORMAKA berharap dapat menjadi wadah bagi masyarakat kepulauan untuk menyampaikan suara dan aspirasi mereka, serta mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan.
“Tema ini lahir dari realitas yang dihadapi masyarakat di wilayah Kangayan sebuah daerah kepulauan yang hingga kini masih mengalami ketertinggalan dalam berbagai aspek: infrastruktur jalan yang rusak, minimnya layanan kesehatan, akses pendidikan yang terbatas, lesunya perekonomian, dan buruknya jaringan komunikasi,” tegas ketua umum FORMAKA, Rifqy Qalib Mustafa pada media ini. Jumat (09/05/2025).
Ketua Umum FORMAKA sudah berupaya menghubungi beberapa anggota DPRD Dapil VIII secara langsung. Namun sampai saat ini, belum ada respons konkret maupun kepastian kehadiran yang pihaknya terima. Padahal, dalam agenda silaturahmi FORMAKA ke Gedung DPRD Kabupaten Sumenep tepatnya di Ruang Komisi III pada Rabu, 23 April 2025 beberapa anggota DPRD Dapil VIII telah menyampaikan komitmen lisan bahwa mereka siap menghadiri acara ini pada awal bulan Mei, tepatnya tanggal 11 Mei 2025.
Pihaknya sangat menyayangkan kurangnya respons tersebut, mengingat acara ini diselenggarakan bukan sekadar forum seremonial, tetapi ruang penting untuk membahas secara langsung persoalan nyata yang dihadapi masyarakat kepulauan.
“Harapan kami, para wakil rakyat tidak hanya hadir dalam masa kampanye, tetapi juga hadir ketika konstituen membutuhkan pendampingan, perhatian, dan keterlibatan aktif dalam menyelesaikan persoalan yang ada,” tambahnya.
Karena itu, pemuda yang tergabung dalam wadah FORMAKA mendorong para anggota DPRD Dapil VIII untuk menunjukkan komitmennya kepada rakyat kepulauan dengan hadir secara langsung dalam forum ini.
“Ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa kepercayaan rakyat tidak dikhianati oleh abainya kehadiran para wakil yang mereka pilih,” pungkasnya.












